SHINE...LIKE STARS.....!!!

A star....never stop to shine...whether day or night... A star....never give up to blink...through the darkness night.. Jika kamu belum menjadi BINTANG, bukan berarti KAMU BUKAN BINTANG..dunia menantimu...TO BE A STAR!!

Monday, January 30, 2006

LUV....& ADULT VS ABG???!!...

Gw sedang iseng. Iseng menonton video klip sebuah lagu soundtrack film ABG, I'm Fallin'In Love. Well, dari judulnya sudah tahu betapa ABG-nya lagu dan film itu. Masa-masa yang sudah lewat..gw pikir. Masa ABG penuh dengan cinta monyet yang konyol. Tapi entah mengapa. Gw menontonnya, dan memutarnya lagi dan lagi. [Ups..don' t tell me it's because I am feeling blue..]

Tiba-tiba gw melihat seperti sepercik keindahan yang dimiliki masa lalu, tapi hilang setelah gw menjadi dewasa (uhh..daleem). Anak ABG penuh dengan gejolak dan gelora. Banyak salahnya, kata kita setelah kita menjadi dewasa. Mungkin betul. Tapi juga mungkin tidak semuanya salah dan jelek. Gw melihat sekelebatan dari film itu, cewek yang setia menunggu cowoknya walaupun ditinggalkan. Cowok yang mencintai seorang cewek dengan tulus walaupun tahu tak bisa bersama. [Ok..ok..I know it's only a movie..I know..]

But, please tell me..tell me your past. Siapa yang rela nungguin pujaan hati di bus stop di tengah hujan deras, walau bisnya sudah lewat? Siapa yang rela nabung uang jajan berbulan-bulan demi membelikan kado buat pacarnya? Siapa yang rela jemput naik turun bis-mikrolet untuk seseorang? Siapa yang rela bikinin semua PR dan nyatetin ringkasan pelajaran demi pacarnya? Siapa yang rela menunggu bertahun-tahun walau yang dicintai jauh di negeri seberang? Jawabnya: Anak ABG (gak boleh protes..ini versi gw..dunk!)

Then tell me now. Siapa yang berantem gara-gara suami kesal menunggu istri yang shopping kelamaan? Siapa yang bertengkar gara-gara perbedaan definisi "Saving"? Yang satu berpendapat yang namanya saving, yaitu uang yang disimpan di bawah kasur, yang satu berpendapat saving itu seperti yang diumumkan shopping mall, shopping dan save 50% karena ada sale. Siapa yang bertengkar soal pembagian tugas rumah tangga, soal siapa yang mesti jaga rumah, soal siapa yang ngambil raport anak, dll? Jawabnya: Orang dewasa.

Tiba-tiba Gw merasa seperti Peter Pan (bukan peterpannya ariel loh!)- yang tidak ingin kehilangan masa kanak-kanaknya di dunia antah berantah, negeri di mana orang tidak akan menjadi dewasa. [Oh, come on Estee! You've grown up now! Don't think like kids!]

Gw juga jadi teringat akan kisah cinta yang lain. Gw teringat masa ABG gw jaman2 SMP-SMU dulu..cie..pas gw naksir seseorang..eh..takut ketahuan kalo gw naksir..tapi kalo gak ngeliat orangnya sehari aja udah blingsatan..heheh.

But now..gw juga merenung tentang apa yang kerap kali gw jumpai..dan ini realitas antara ABG VS orang dewasa..dikehidupan gw..contoh nee :

Misal di Gereja nee..: Siapa yang dengan sukacita lembur malam-malam untuk mendekor gereja buat perayaan Natal? Siapa yang tetap rajin ke gereja, walau jelas-jelas pendetanya tidak pernah menyapanya atau bahkan mengenalnya? Siapa yang tetap bertahan dalam pelayanan walaupun setiap kali ke gereja dimarahi habis-habisan oleh orang tua? Siapa yang tiap malam-pagi menghafal ayat Alkitab dengan semangat? Siapa yang menyisihkan 50% uang jajannya untuk penginjilan? Jawabnya: Anak ABG.

Siapa yang bertengkar dalam rapat majelis gara-gara soal sebuah generator diesel? Siapa yang tidak mau lagi ke gereja, karena pendetanya lupa tersenyum dalam satu kebaktian? Siapa yang malas ke gereja karena hujan gerimis? Siapa yang hitung-hitungan dengan Tuhan tentang uang, waktu, dll? Siapa yang menyisihkan 0,5% gajinya untuk penginjilan? Jawabnya: Orang dewasa.

[Oh come on Estee! Lain, dong..anak ABG belum mengenal realitas hidup. Orang dewasa dituntut untuk berpikir logis, rasional, dan bertanggung jawab. Mencari uang, misalnya adalah tanggung jawab orang dewasa, well?!]

Well, may be it's true. I don't have an exact answer.
Huh..!?

Sound like cinta ABG?
Well, but it's true. Mungkin memang seharusnya pijar-pijar cinta ABG tidak pernah mati, walaupun kita menjadi dewasa. Kita menjadi dewasa dalam pemikiran, menjadi bijaksana dalam pertimbangan, tapi mengapa mesti kehilangan passion-nya anak ABG? Bayangkan jikalau pijar-pijar itu tetap membara. Jika passion itu mewarnai hidup kita, dalam pernikahan, dalam hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Ya, seharusnya cinta tak pernah menyerah. Usia, tuntutan kerja, dunia orang dewasa tidak perlu memadamkan cinta. Cinta tak pernah menyerah. Biarkan cinta kita tetap membara bagi Tuhan, walau di tengah tuntutan tanggung jawab sebagai orang dewasa. Biarkan cinta kita tetap membara bagi kekasih kita, walau tangan dan wajahnya sudah keriput dan tidak lagi seperti saat kita pertama "deg-deg-an".
Biarkan pijar-pijar itu tetap hidup.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home